Home Politics Oridek Ap, Siapa Dia?

Oridek Ap, Siapa Dia?

1327
0

Dalam berbagai aksi unjuk rasa, Oridek Ap (berusia sekitar 45 tahun pada 2020) sering memperkenalkan diri dalam dua jabatan pada struktur organisasi yang aktif mengadvokasi isu Papua di Belanda: pertama, sebagai ketua ULMWP European Mission (ULMWP-EM), dan sebagai aktivis Free West Papua Campaign-Nederland (FWPC-N). Dua organisasi ini adalah semacam cabang dari ULMWP dan FWPC pimpinan Benny Wenda, yang berbasis di Oxford Inggris.

Oridek Ap, bersama ibunya dan 3 saudara kandungnya, yang berasal dari Biak, meninggalkan Papua-Indonesia pada sekitar tahun 1984, awalnya menuju lokasi pengungsian di wilayah perbatasan Indonesia-PNG, selanjutnya berangkat ke Belanda sebagai pengungsi. Beberapa tahun kemudian mendapatkan status warga negara Belanda. Saat ini, seluruh keluarga Oridek Ap telah menjadi warga negara Belanda.

Oridek Ap dan kegiatan fundraising

Dibanding adiknya (Raki Ap), figur Oridek Ap tidak terlalu menonjol. Narasi dan orasinya tentang isu Papua datar-datar saja, tidak selincah Raki Ap. Mungkin karena bahasa Inggrisnya tidak terlalu bagus; wawasan Oridek Ap terkesan di bawah standar.

Oridek Ap juga merupakan aktivis Papua di Belanda yang paling sering menyelenggarkan kegiatan fund-raising (penggalangan dana) secara online. Terakhir, pada akhir Mei 2020, Oridek Ap menyelenggarkan penggalangan dana secara online dengan target 10.000 (sepuluh ribu) euro atau sekitar , namun fundrasing yang ditutup pada 2 Juni 2020 itu, hanya mampu mengumpulkan sebesar 4.944 euros (sekitar Rp78 juta, asumsi kurs Rp16.000 per 1 euro). Menurutnya, dana itu akan digunakan untuk membeli/membuat sebanyak 1.000 (seribu) bendera Bintang Kejora, yang katanya akan dikirim ke Papua dan beberapa negara Pasifik antara lain Vanuatu dan PNG.

Yang menarik bahwa sebagian besar donatur justru berasal/bermarga asal Maluku. Orang asli Papua di Belanda malah jarang sekali yang menyumbang untuk Oridek Ap.

Saya tidak tahu apakah dana hasil fundraising itu digunakan sesuai tujuan awal yang diklaimnya, atau uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi Oridek Ap. Seorang teman bercanda, bahwa besar kemungkinan uang hasil fundraising itu sebenarnya sebagai persiapan biaya jika nantinya Oridek Ap berangkat lagi ke New York dalam rangka Sidang Umum PBB pada September 2020.

Tidak paham mekanimse kerja PBB

Seperti tahun lalu (2019), Oridek Ap berangkat ke New York Amerika Serikat bersama Benny Wenda untuk bergabung dengan Herman Wainggai dan Edison Waromi dalam rangka hadir di lingkungan gedung PBB, New York. Konon katanya untuk memasukkan masalah Papua ke dalam agenda Sidang Umum PBB, yang diselenggarakan setiap bulan September, dengan cara mencantol ke delegasi Vanuatu.

Tapi seperti semua orang tahu, agenda Papua Merdeka itu tidak pernah masuk ke dalam agenda SU PBB. Vanuatu tidak memiliki kekuatan dan bobot politik internasional untuk mengusung isu papua di koridoer-koridor gedung PBB. Terkait hal ini, saya sudah berulang-ulang menyampaikan: untuk memasukkan masalah Papua dalam agenda SU PBB itu perlu didukung minimal dua pertiga anggota PBB. Dan itu hampir mustahil terjadi.

Selama di New York, Oridek Ap sesumbar memposting berbagai foro dan komentar di akun media sosialnya bahwa dirinya bersama Benny Wenda, Herman Wainggai dan Edison Waromi sedang sedang bekerja keras untuk kemerdekaan Papua. Dan tentu saja hasilnya nol-besar. Foto-fotonya dengan sejumlah tokoh HAM dan politik yang hadir di SU PBB diupload untuk memberikan keseriusannya berjuang untuk Papua. Tentu saja tujuannya antara lain untuk mengirim pesan kepada donaturnya, khususnya yang ada di wilayah Papua.

Namun keberadaan keempat aktvis Papua (Benny Wenda, Oridek Ap, Herman Wainggai, Edison Waromi) di New York itu dieskploitasi sedemikian rupa, sehingga terkesan seolah-olah mereka adalah delegasi resmi yang dihargai semua delegasi. Berpoto dengan anggota delegasi lainnya. Padahal bukan. Mereka nebeng ke delepasi resmi Vanuatu.

Nah, terkait soal nebeng ke delegasi Vanuatu ini, seorang teman di Amsterdam menginformasikan, biaya transportasi dan akomodasi delegasi Vanuatu ditanggung sepenuhnya oleh Benny Wenda dan Oridek Ap dengan imbalan aktivis Papua diizinkan nebeng ke delegasi Vanuatu. Pertanyaannya, dari mana Benny Wenda dan Oridek Ap mendapatkan dana, yang jumlahnya pasti tidak sedikit itu? Apalagi seorang teman bercerita, rombongan Oridek Ap sempat kehabisan duit di New York.

Teman di Amsterdam itu mengatakan, sumber dana yang digunakan Benny Wenda dan Oridek Ap untuk membiayai delegasi Vanuatu adalah hasil pemerasan terhadap beberapa pejabat orang asli Papua di wilayah Papua. Disebut “pemerasan”, karena para pejabat daerah itu dipaksa untuk memberikan kontribusi finansial. Jika tidak, mereka atau keluarga mereka yang satu suku akan menjadi sasaran intimidasi dan penganiayaan (kadang sampai ke tingkat pembunuhan) oleh para pendukung ULMWP dan FWPC di gunung-gunung Papua. Fakta ini juga menunjukkan, sebagian dana Otsus untuk Pemda di Papua justru mengalir untuk gerakan Papua Merdeka.

Karena itu, dengan adanya rencana memperpanjang program Otus Papua Jilid-II (setelah Otsus jilid-1 akan berakhir 2021), mekanisme distribusi dan penggunaannya harus didesain sedemikian untuk mencegah mengalirnya dana Otsus Papua ke gerakan Papua Merdeka, dengan mekanisme tipu-tipu.

Pada bulan Januari 2020, seorang teman orang asli di Utrecht, bahkan mengabarkan bahwa aktivis Papua di Eropa, khususnya Belanda dan Inggris, secara rutin mendapatkan bantuan finansial dari beberapa oknum pejabat Orang Asli Papua (OAP) di wilayah Papua. Dan aktivis Papua yang menerima bantuan finansial tersebut adalah Oridek Ap di Belanda dan Benny Wenda di Inggris.

Profesi Oridek Ap

Pertanyaan lain: apa sebenarnya profesi Oridek Ap di Belanda? Tidak seperti adiknya (Raki Ap) yang suka berbohong tentang pekerjaannya, Oridek Ap relatif jujur mengakui pekerjaannya yang sesungguhnya di Belanda, yakni supir pengantar orderan belanjaan di supermarket AlbertHijn ke rumah-rumah konsumen. Sebagai informasi, AlbertHijn adalah supermarket yang mirip Alfamart atau Indomart di Indonesia. Artinya Oridek Ap bukan pegawai tetap di AlbertHijn.

Ilustrasi: misalnya, ada seorang konsumen-X memesan belanjaan secara online ke AlberHijn, pihak AlbertHijn akan mengeksekusi pesanan tersebut. Namun pengantaran barang belanjaannya, AlberHijn menggunakan semacam perusahaan ekespidi pihak ketiga. Nah, Oridek Ap itu bekerja sebagai supir di perusaan pihak ketiga, yang bertugas mengantar barang belanjaan ke rumah konsumen-X tersebut.

Sarat kepentingan pribadi

Kembali ke soal organisasi perjuangan Papua, Oridek Ap lebih dekat dengan Benny Wenda yang berbasis di Inggris. Padahal di Belanda sebenarnya terdapat organsisi Papua yang lebih berakar, yaitu National Government of the Republic of West Papua (NGRWP) pimpinan Simon Sapioper yang berafiliasi dengan OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang dideklarasikan Seth Rumkorem pada 1 Juli 1971.

Lantas kenapa Oridek Ap, juga Raki Ap, lebih memilih mengekor ke Benny Wenda di Inggris? Padahal secara kekeluargaan, Oridek Ap sebenarnya baku-ipar dengan Simon Sapioper. Karena istri Oridek Ap adalah adik kandung Simon Sapioper.

Ternyata ini adalah soal friksi dan persaingan antar individu. Karena Oridek Ap dan Raki Ap tidak mendapatkan posisi dalam organisasi NGRWP yang dipimpin Simon Sapioper, makanya Oridek Ap dan Raki Ap lebih memilih menginduk ke organisasi pimpinan Benny Wenda (ULMWP dan FWPC-N).

Artinya, friksi antara Oridek Ap vs Simon Sapioper di Belanda sebenarnya adalah resultante dari konflik antara ULMWP vs OPM di wilayah pegunungan Papua.

Benny Lapago

Den Haag, 25 Juni 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here